Bagaimana cara membekukan makanan?

Membekukan makanan bukanlah hal yang popular di Asia dimana orang lebih cenderung membeli bahan baku segar dari pasar lokal, namun membekukan artinya anda bisa mengawetkan makanan pada saat musim terbaik, mumpung lagi pada diskon, atau ketika anda sedang malas memasak makan malam di hari kerja.

Membekukan makanan itu seperti menekan tombol “pause”, hanya untuk menghentikan pertumbuhan bakteri dan menjaga agar makanan awet berbulan bulan.

Beberapa aturan sederhana

  • Lelehkan makanan dalam lemari es dan dimasak dalam waktu 24 jam atau bila anda buru-buru, lelehkan di microwave (JANGAN pada suhu ruangan). Ingatlah bahwa begitu makanan beku keluar dari lemari pembeku, bakteri akan mulai berkembang biak dengan pesat,bahkan lebih cepat pada suhu yang hangat.
  • Hindari membekukan ulang apapun yang sudah pernah dibekukan dan dilelehkan.

Misalnya: Jika anda ingin membekukan daging, pastikan dagingnya belum pernah dibekukan (banyak daging impor yang ditemukan di Asia sudah dibekukan).

  • Dinginkan makanan sebelum dibekukan karena memasukkan makanan yang panas akan menyebabkan makanan lain jadi meleleh.
  • Pastikan anda sudah membungkus makanan dengan baik; Air, dan selanjutnya makanan, mengembang saat dibekukan. Beri ruang dalam bungkusan untuk menghindari ledakan.
  • Kantong pembeku dan wadah pyrex yang bisa dipakai untuk lemari pembeku dan oven adalah yang terbaik.
  • Bekukan makanan dalam jumlah yang wajar, ini akan membuat anda menggunakan hanya apa yang benar benar anda butuhkan.
  • Selalu tandai apa yang masuk ke dalam lemari pembeku dan jika anda tidak yakin akan berapa lama sebuah barang sudah masuk dalam lemari pembeku, jangan ragu-ragu dan buang saja.
  • Saat paling baik untuk membekukan makanan adalah pada saat paling segar sehingga akan dalam kondisi terbaik pada saat dikonsumsi.

Makanan apa saja yang bisa atau tidak bisa dibekukan?

Beberapa jenis makanan cocok untuk dibekukan:

  • Roti
  • Sup, tumisan dan kaldu
  • Daging & ikan – meskipun kelembaban akan berkurang saat dilelehkan
  • Buah-buahan (Pisang, Buahan berri, mangga…)

Beberapa jenis makanan yang tidak cocok untuk dibekukan dikarenakan teksturnya akan berubah ketika dilelehkan:

sayuran dengan kandungan air (timun dan dedaunan hijau…), produk susu ( seperti susu, yoghurt dan krim), telur utuh (rebus atau mentah).

Dalam lemari pembeku kami

Lemari pendingin kami selalu terisi. Selain daging-dagingan, ikan dan makanan laut, terisi pula beberapa makanan yang biasa kami miliki

  • Roti Potong

Anda hanya ada waktu untuk membeli roti 2 minggu sekali? Bukan masalah, biarkan saja dalam lemari pembeku dan langsung dipanggang kapanpun diperlukan.

  • Saus tomat beku

Saya membuat banyak saus tomat segar setiap 3-4 minggu. Caranya sangatlah mudah, hanya saja memerlukan banyak waktu, jadi lebih baik dibuat dalam jumlah besar. Saya tahu bahannya apa saja (lebih sedikit garam, gula dan pengawet daripada yang dibeli di toko) dan memakainya untuk pizza, pasta, lasagna tapi juga masakan Asia. Saya membekukannya dalam beberapa kantong yang diratakan agar mudah dipakai dan disimpan.

  • Es Krim vegetarian (lihat resepnya)
  • Falalel (lihat resepnya)
  • Adonan biskuit coklat kepingan (lihat resepnya)
  • Adonan pizza
  • Lumpia/ Springrolls
  • Makan siang kemasan (muffin gurih, kroket kembang kol…)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *