Bagaimana cara mengoptimalkan udara dalam ruang?

Polusi selalu dalam benak kami setiap hari di Shanghai dan hal serupa juga berlaku di Jakarta.

Paparan terhadap polusi secara langsung berdampak pada kesehatan, oleh sebab itu saya memantau indeks kualitas udara harian melalui Konsulat Amerika (dimana perbedaaan tingkat polusi berbeda jauh dalam sehari) di sini, dan di sini.

Indeksnya cukup mudah:

  • 0 – 50 : Bagus
  • 50 – 100 : Baik
  • 100 – 150      : Tidak sehat bagi kalangan sensitif
  • 150 – 200      : Tidak sehat
  • 200 keatas     : Tangat tidak sehat sampai berbahaya

Tingkat polusi Jakarta Pusat biasanya berkisar antara 50 (di hari yang paling bagus) dan 200 (di hari yang paling jelek) dan saya biasanya akan menjaga anak di dalam rumah bila indeksnya diatas 150. Dan itu pula akan bermanfaat bila kualitas udara dalam ruang lebih baik daripada di luar ruangan, meskipun demikian, banyak orang mengabaikan hal tertentu yang berbahaya dan berdampak pada kualitas udara di dalam rumah: tingkat kelembaban yang tidak cukup (menyebabkan jamur atau lumut berkembangbiak di lantai), sirkulasi udara yang jelek, masalah ventilasi udara, penggunaan bahan kimia yang berbahaya, debu ….

Cara yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan adalah menggunakan alat pembersih udara. Bila anda memutuskan untuk membeli barang tersebut, pilihlah dengan cermat karena:

  • semakin mahal harganya tidak berarti lebih baik
  • setiap alat pembersih udara memiliki kapasitas yang berbeda, jadi pastikan untuk memilih yang sesuai dengan ukuran ruangan.
  • bila anda datang dari luar negeri, cari tahulah dimana anda dapat mendapatkan filter pengganti.

Selain menggunakan alat pembersih udara, berikut adalah beberapa tips sederhana untuk meningkatkan kualitas udara di rumah anda:

  • Tutup semua jendela kapanpun kualitas udara memburuk.
  • Tapi tetap perhatikanlah tentang indeks kualitas udara dan ventilasikan rumah anda kapanpun mungkin (sebaiknya harian) untuk memperbaharui udara dalam ruang.
  • Menjaga kebersihan pendingin dan penyaring udara.
  • Meminimalisir polusi kimia (asap rokok, produk rumah tangga bersifat keras, bahan renovasi rumah seperti cat dan lem…).
  • Menjaga semuanya bersih untuk menghindari debu dan tungau (cuci kain kasur setiap minggu dengan temperature 60 derajat Celsius, taruh sepatu diluar).
  • Kendalikan kelembaban udara (misalnya: perbaiki kebocoran, jangan mengairi tanaman dalam ruang terlalu banyak air untuk menghindari lumut).
  • Gunakan tanaman.

Beberapa jenis tanaman berguna sebagai pembersih udara alami (lebih banyak keterangan disini) dan banyak tanaman terbaik dapat ditemukan dengan mudah di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *